Halaman

Selasa, 21 April 2020

Manfaat TIK Disaat Covid-19

Manfaat Teknologi Untuk Penanganan Covid-19

 https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 17 207 2184512 peran-teknologi-untuk-cegah-penyebaran-virus-corona-qRnix5D90O.jpg 

 Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus ini pertama kali didentifikasi di kota Wuhan, China pada Desember 2019. Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) menyatakan pada tanggal 30 Januari 2020 bahwa virus corona atau yang sekarang disebut COVID-19, sebagai public-health emergency of international concern.

 Perkembangan covid-19 saat ini sudah menyebar di berbagai negara dan sudah menyebar di 190 negara. Tingkat penyebaran dan positif covid-19 semakin meningkat sehingga banyak negara yang menggunakan teknologi  untuk memitigasi dan memonitor penyebaran covid-19 di negaranya masing-masing. Untuk mengurangi penyebaran pemerintah di berbagai negara menerapkan kebijakan social distancing atau sering juga digunakan istilah physical distancing, yaitu kebijakan non-farmasi untuk mencegah penyebaran wabah dengan cara menjaga jarak antara setiap individual dan mengurangi frekuensi pertemuan diantara mereka. Banyak negara memanfaatkan teknologi untuk dapat mengetahui efektivitas kebijakan dimaksud.
Menurut penelitian yang telah dilakukan pada saat epidemi serupa terjadi sebelumnya, data telepon seluler memainkan peranan yang penting dalam membendung penyebaran sebuah penyakit epidemik.

 Dalam kasus Swiss, di mana sudah terdapat lebih dari 15.000 orang yang positif terjangkit covid-19, Pemerintah setempat telah bekerja sama dengan operator seluler terbesar di Swiss, yaitu Swisscom, untuk mendeteksi dan melihat apakah masyarakat mematuhi imbauan Pemerintah, serta untuk melihat penyebaran kerumunan masyarakat dengan menggunakan data pengguna telepon genggam. Analisis data tersebut dilakukan secara anonim, sehingga tidak mengganggu privasi seseorang atau pengguna telepon genggam.
Di Amerika Serikat (AS), sejumlah startup sedang mengerjakan aplikasi untuk memantau dan melacak infeksi dan penyebaran covid-19. Pemerintah AS juga sedang berbicara dengan Facebook, Google dan perusahaan teknologi lainnya tentang kemungkinan menggunakan data lokasi dan pergerakan dari telepon genggam untuk memerangi covid-19. Negara-negara Eropa memanfaatkan jaringan telepon genggam secara anonim untuk mengamati seberapa baik masyarakatnya mematuhi imbauan Pemerintah untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah. Kebijakan yang sama juga dilakukan oleh Israel. 

Pemerintah setempat dapat melacak pasien atau individu yang dinyatakan positif covid-19, sementara Iran juga mengambil langkah serupa yang memungkinkan Pemerintah melacak individu yang positif melalui aplikasi khusus. Sejumlah negara di Asia, termasuk Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Korea Selatan telah berhasil dalam membatasi wabah covid-19 dengan menggunakan data lokasi telepon genggam untuk melacak pergerakan orang yang membawa virus. Jika terdapat pelanggaran, maka individu akan secara otomatis dilaporkan kepada pihak berwajib.

Di Singapura, pemerintah meluncurkan aplikasi bernama TraceTogether yang menggunakan sinyal Bluetooth antar ponsel untuk melihat apakah pembawa potensial dari covid-19 telah melakukan kontak dekat dengan orang lain. Hal ini masuk akal sehingga kemudian Pemerintah yang bersangkutan dapat melakukan tracking yang lebih akurat terhadap pergerakan individu serta orang-orang yang berpotensi memiliki kontak dengan pasien covid-19, sehingga dapat melakukan tindakan pencegahan yang memadai. 

Di Indonesia pemerintah telah melakukan kebijakan untuk mengurangi penyebaran covid-19 dengan melakukan social distancing agar penyebaran tidak meningkat dan membantu para medis agar tidak kuwalahan. Berdasarkan berbagai penelitian, pengguna telepon genggam di Indonesia melebihi jumlah penduduk yang ada, sehingga bisa dikatakan bahwa hampir semua penduduk di Indonesia memiliki ponsel.

Untuk melihat masyarakat melakukan himbauan pemerintah atau tidak, pemerintah melakukan kerja sama dengan operator seluler yang ada di Indonesia untuk mengamati pergerakan masyarakat, tentunya dengan menjaga privasi seseorang. Aparat yang berwajib, misalnya, dapat membubarkan sekiranya terdapat kerumunan masyarakat di suatu tempat, dengan menggunakan teknologi data ponsel untuk melacak kerumunan. 

Selain itu pemerintah Indonesia juga akan membuat aplikasi berbasis teknologi informasi untuk mengetahui dan memprediksi siapa saja yang berkontak dengan pasien positif corona serta penyebaran virus bisa dilacak dengan baik masih dalam proses pengembangan dan diharapkan selesai dalam waktu dekat. Nantinya, sistem ini akan terhubung hingga ke tingkat bawah atau puskesmas yang berada di wilayah-wilayah pedesaan atau sebagainya. Sehingga, penyebaran covid-19 akan dapat diawasi dengan mudah.

 Portal covid-19.go.id diluncurkan ke publik diharapkan dapat menjadi rujukan resmi untuk informasi satu pintu mengenai virus corona dan bagaimana mengendalikannya. Situs ini bertujuan untuk memastikan publik mendapatkan akses pada informasi resmi dan akurat mengenai penanggulangan wabah covid-19 di Indonesia. Situs covid19.go.id berisi 3 langkah penting untuk dilakukan masyarakat yaitu cara mengurangi risiko penularan virus, mencari informasi yang benar dan apa yang perlu dilakukan bila sakit. Selain itu, laman ini berisi data statistik mengenai jumlah kasus positif covid-19 diperbarui secara real-time dan diharapkan menjadi acuan untuk berbagai pihak, terutama rekan-rekan media dalam pemberitaan mereka.

Komentar Ilustrasi Covid-19

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Telemedicine, Manfaatkan Teknologi Startup untuk Penanganan Covid-19", https://www.kompas.com/sains/read/2020/03/23/163300923/telemedicine-manfaatkan-teknologi-startup-untuk-penanganan-covid-19.
Penulis : Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas
Editor : Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas
MMMMAAANFAATMMAMAHIGITelemedicine, Manfaatkan Teknologi Startup untuk Penanganan Covid-19

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Telemedicine, Manfaatkan Teknologi Startup untuk Penanganan Covid-19", https://www.kompas.com/sains/read/2020/03/23/163300923/telemedicine-manfaatkan-teknologi-startup-untuk-penanganan-covid-19.
Penulis : Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas
Editor : Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtya
Manfaatkan Teknologi Startup untuk Penanganan Covid-19

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Telemedicine, Manfaatkan Teknologi Startup untuk Penanganan Covid-19", https://www.kompas.com/sains/read/2020/03/23/163300923/telemedicine-manfaatkan-teknologi-startup-untuk-penanganan-covid-19.
Penulis : Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas
Editor : Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas
Manfaatkan Teknologi Startup untuk Penanganan Covid-19

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Telemedicine, Manfaatkan Teknologi Startup untuk Penanganan Covid-19", https://www.kompas.com/sains/read/2020/03/23/163300923/telemedicine-manfaatkan-teknologi-startup-untuk-penanganan-covid-19.
Penulis : Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas
Editor : Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas

Pentingnya Mata Pelajaran TIK

Pentingnya Mata Pelajaran TIK


Tujuan mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah: -Menyadarkan kita akan potensi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terus berubah sehingga termotivasi untuk mengevaluasi dan mempelajari teknologi ini sebagai dasar untuk belajar sepanjang hayat. -Memotivasi kemampuan kita agar bisa beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan TIK, sehingga bisa melaksanakan dan menjalani aktifitas kehidupan sehari hari secara mandiri dan lebih percaya diri. -Mengembangkan kompetensi kita dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mendukung kegiatan belajar, bekerja, dan berbagai aktifitas dalam kehidupan sehari hari. -Mengembangkan kemampuan belajar berbasis TIK, sehingga proses pembelajaran dapat lebih optimal, menarik, dan mendorong kita lebih terampil dalam berkomunikasi, terampil mengorganisasi informasi, dan terbiasa bekerjasama. -Mengembangkan kemampuan belajar mandiri, berinisiatif, inovatif, kreatif, dan bertanggung jawab dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk pembelajaran, bekerja, dan pemecahan masalah sehari hari.

Manfaat mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah : 1.Media untuk bertukar informasi Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi orang-orang sangat mudah untuk bisa mengakses berbagai informasi melalui internet. Karena cukup membeli paket data Anda bisa mulai berselancar di dunia maya. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi diharapkan bisa mempermudah para pencari ilmu untuk bisa mendapatkan informasi yang sesuai kebutuhan di mana saja dan kapan saja 2.Sarana komunikasi Pada zaman dahulu jika ingin melakukan komunikasi bisa dipastikan harus melewati hari-hari yang sangat panjang untuk menanti jawaban dan membutuhkan perantara seperti tukang pos. Namun, saat ini Anda hanya cukup menunggu beberapa detik saja dan Anda sudah mendaatkan respon yang jelas tanpa harus menggunakan jasa tukang pos. 3.Mempermudah pembelajaran Jika zaman dahulu untuk belajar hanya ada beberapa buku di sekolah dan harus antri saat ini justru malah mempermudah karena banyak yang memposting isi buku dengan cara di scan dan di upload ke internet. Selain buku elektronik, ada juga video pembelajaran dan aplikasi yang membuat Anda semakin mudah memahami pelajaran karena visualisasinya yang mampu merangsang otak lebih cepat menerima pelajaran. Selain itu ada juga situs yang memberikan banyak soal dan cara penyelesaiannya sehiggga semakin mudah bagi orang yang sangat membutuhkan media pembelajaran. 4.Hemat biaya Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi memudahkan para masyarakat yang ingin melakukan bisnis karena tidak perlu menggunakan terlalu banyak biaya. Masyarakat yang ingin membuat sebuah peluang usaha cukup menggunakan sebuah aplikasi atau situs yang bisa untuk membuat sebuah toko untuk Anda. Disini Anda bisa melakukan berbagai transaksi berbagai produk dengan siapa saja dan kapan saja. Tentu, hal ini akan sangat memudahkan bukan? 5.Meningkatkan produktivitas sebuah pekerjaan Selain menghemat biaya, teknologi informasi dan komunikasi terbukti mampu bisa meningkatkan produktivitas sehingga para pekerja mampu menghasilkan yang sesuai dengan harapan. Cara meningkatkan produktivitas di sini adalah dengan menggunakan produk-produk teknologi informasi dan komunikasi yang sesuai kebutuhan misalnya aplikasi chatting atau berkoordinasi dengan temannya, aplikasi penghitung angka yang berfungsi untuk membuat laporan keunangan dan masih banyak lagi caranya.






Sabtu, 12 Oktober 2019

Fotografi


 Fotografi
seni, ilmu dan praktik dalam membuat gambar awet dengan merekam cahaya atau radiasi elektromagnetik lain

Fotografi (dari bahasa Inggris: photography, yang berasal dari kata Yunani yaitu "photos": cahaya dan "grafo": melukis/menulis) adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu objek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai objek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.

Prinsip fotografi adalah memfokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghasilkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).

Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan mengubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (speed). Kombinasi antara ISO, diafragma & speed disebut sebagai pajanan (exposure).

Di era fotografi digital di mana film tidak digunakan, maka kecepatan film yang semula digunakan berkembang menjadi digital ISO.

Fotografi saat ini telah berkembang menjadi sebuah gaya hidup, hal ini dimulai semenjak munculnya era digital dan berkembangnya media sosial.


         Sejarah FotografiSunting

Pada tahun 1614, Angelo Sara menggunakan perak nitrat yang dibakar oleh sinar matahari dengan kertas dibungkus. Ini dikemukakannya pada tulisannya yang berjudul Septem Planetarum terrestrium Spagirica recensio, "Jika serbuk perak nitrat terkena sinar matahari, maka akan berubah menjadi hitam seperti tinta".Penemuan dengan efek sinar matahari ini dianggap kurang berguna oleh ilmuwan lain. Pada tahun 1717, Johann Heinrich Schulze, profesor Jerman yang menggunakan botol berisi perak nitrat dan kapur secara tidak sengaja ada dekat jendela. Campuran ini membuat menjadi gelap dengan seagian berwarna putih dan membuat garis pada botol. Seorang ahli kimia, Carl Wilhelm Scheele menemukan ammonia larut dalam perak nitrat tetapi bukan partikel gelap. Penemuan ini membuat untuk menstabilkan suatu gambar perak nitrat, ini dianggap sebagai penemuan eksperimen fotografi. Tidak lama kemudian tahun 1800 Thomas Wedgwood menangkap gambar dengan kamera obskura. Sayang Wedgwood terlanjur meninggal pada usia 34 pada tahun 1805. "Boulevard du Temple", daguerreotype dibuat oleh Louis Daguerre dalam tahun 1838 sebagai awal dari foto pertama dengan adanya orang di dalam foto. Pada tahun 1816 Nicéphore Niépce menggunakan kertas yang dibungkus perak nitrat berhasil membuat foto dengan kamera yang kecil.

             Citra berwarna yang pertama, Maxwell, 1861

   Citra hasil pemindaian komputer digital, 1957
  • 1948 – Edwin H. Land membuat kamera instan yang pertama dengan merk Polaroid.
  • 1952 – Era 3-D film dimulai.
  • 1954 – Leica M diperkenalkan.
  • 1957 – Asahi Pentax memperkenalkan kamera SLR yang pertama.
  • 1959 – Nikon F diperkenalkan.
  • 1959 – AGFA memperkenalkan kamera otomatis yang pertama, Optima.
  • 1963 – Kodak memperkenalkan Instaminic.
  • 1964 – Kamera Pentax Spotmatic SLR diperkenalkan.
  • 1973 – Fairchild Semiconductor memproduksi sensor CCD skala besar yang terdiri dari 100 baris dan 100 kolom.
  • 1975 – Bryce Bayer dari Kodak mengembangkan pola mosaic filter Bayer untuk CCD color image sensor.
  • 1986 – Ilmuwan Kodak menemukan sensor dengan kapasitas megapiksel yang pertama.
  • 2005 – AgfaPhoto menyatakan bangkrut. Produksi film konsumen bermerk Agfa terhenti.
  • 2006 – Dalsa membuat sensor CCD dengan kapasitas 111 megapixel, yang terbesar saat itu.
  • 2008 – Polaroid mengumumkan penghentian semua produksi produk film instan berkaitan dengan semakin berkembangnya teknologi citra digital.
  • 2009 - Kodak mengumumkan penghentian film Kodachrome.


 Jenis kamera

  • (bahasa Inggris:Point&Shoot camera)
  • (bahasa Inggris:Single lens reflex (SLR) camera) Kamera SLR
  • (bahasa Inggris:Stereo camera)
  • (bahasa Inggris:Twin lens reflex (TLR) camera)
  • (bahasa Inggris:View camera)

Medium fotoSunting

  • (bahasa Inggris:Calotype)
  • (bahasa Inggris:Celluloid film)
  • (bahasa Inggris:Gelatin emulsion photographic film)
  • (bahasa Inggris:Daguerreotype)
  • (bahasa Inggris:Talbotype)

 Tokoh fotografi (Umum) di Indonesia

Era Analog   
  • Redika Yudha Kurniadi
  • Anwar Sanusi
  • BJ Habibie

Era Digital
  • Andiyan Lutfie
  • Adjie Lubis
  • Agatha Anne

Era Kontemporer
  • Angki Purbandono
  • Agan Harahap
  • Akiq Abdul Wakid